Ingin Dekat Sama Teman Sekelas, Tapi…..

Ada yang pernah merasa dirinya berbeda banget dengan sekitar? An outsider? Sampai susah berbaur dengan teman sekelas? Apalagi kalau di lingkungan baru, seperti misalnya saat masuk kelas baru, sekolah baru, atau mungkin saat baru masuk kuliah dan bertemu dengan teman-teman sekelas yang datang dari berbagai tempat?

Tenang saja, kamu nggak sendirian kok. I myself pernah merasakan hal yang sama dan karena itu aku bisa bilang kalau hal itu bukanlah sesuatu yang menguntungkan. In our daily life somehow, kita bakal butuh bantuan orang-orang di sekitar kita, terlebih teman-teman sekelas atau orang-orang yang berada di lingkungan kita sehari-hari, karena bagaimana pun, hal-hal seperti tugas kelompok itu nggak bisa dihindari.

Jadi, bagaimana cara agar bisa dekat dengan teman sekelas dengan diri kita yang nggak percaya diri, atau merasa seperti seorang outsider, atau mungkin introvert? I have some tips yang semoga bisa membantu kalian.

  • Terima dirimu

Apa sih, yang membuatmu merasa berada di lingkaran yang berbeda dengan teman-teman kelasmu? Apa karena kesukaanmu? Atau hobimu? Atau fisikmu? Kalau iya, kamu tidak perlu merasa minder atau tidak percaya diri, dan terima dirimu. Kalau kamu memiliki sebuah kesukaan yang tidak banyak orang suka, atau memiliki keunikan pada fisikmu, itu bukanlah sesuatu yang harus membuatmu malu, lho! Kenapa? Karena itu berarti kamu unik, kamu berbeda, dan perbedaan itu bagus! Kamu nggak perlu merubah diri kamu menjadi seseorang yang “nggak kamu banget” dan bikin kamu nggak nyaman cuma karena ingin diterima oleh sosial. Kamu cukup terima diri kamu, sayangi diri kamu, lebih percaya diri dengan apa yang kamu punya tidak peduli seberapa beda kamu, dengan begitu kamu bisa lebih nyaman juga untuk berbicara dengan orang lain.

  • Terima orang lain

Nah, kamu sudah menerima dirimu nih, sudah menerima keunikan pada diri kamu, saatnya kamu menerima keunikan orang lain! Tentu kalau bertemu orang-orang baru di tempat baru, mereka punya sifat dan latar belakang yang berbeda. Coba pelajari dan terima perbedaan itu dulu, kalau ingin disambut dengan hangat, kita juga harus menyambut mereka dengan hangat, seperti berkata dengan lembut, selalu tersenyum, mengajak berbicara lebih dulu, bersikap ramah, atau mudahnya deh, sekedar menyapa teman-teman kamu dengan sopan bisa membuat mereka merasa diterima oleh kamu. Mungkin pada awalnya terasa canggung, terlebih kalau kita sapa orang tersebut tidak menyapa balik, tapi tidak apa tidak perlu berkecil hati! Small action can be the start of big change, lama kelamaan sikap kamu itu membuat mereka melunak dan akan mengajak kamu berbicara.

  • Feedback

Feedback dalam hal ini adalah masukan, atau saran. Ada dua hal untuk poin ini; pertama menerima feedback, dan kedua adalah memberikan feedback. Kenapa sih, feedback itu penting? Karena kita ini tumbuh. Tumbuh bukan hanya sekedar tumbuh tinggi atau lebih berisi ya, tumbuh juga bisa berarti semakin hari semakin menjadi pribadi yang baik, dan hal ini bisa didapatkan dari pengalaman juga kritik dan masukan dari orang sekitar. Karena jelas kita tidak selamanya menyadari kesalahan kita sendiri kan? Karena itulah feedback itu penting. Jadi kalau ada orang yang memberikan saran mengenai sikap kamu, atau gaya hidup kamu, jangan langsung ditolak karena merasa “ini hidup gue”. Meski ini adalah hidup kita sendiri, tapi kita tinggal bersama orang lain, sedikit menyesuaikan diri itu nggak merugikan juga, kok. But well, jangan ditelan bulat-bulat juga ya, kalau dapat masukan. Coba dipikirkan dulu matang-matang, dipikirkan pelan-pelan masukan tersebut sebelum kamu aplikasikan ke diri kamu, kalau menurutmu baik untukmu, untuk sosialisasi kamu dengan orang lain, untuk masa depan kamu, coba pelan-pelan aplikasikan atau sesuaikan dengan ‘gaya kamu’ sendiri jadi kamu juga nyaman menjalankannya. Tapi kalau kamu merasa masukan itu justru tidak baik untuk kamu atau meragukan, coba research lagi lebih dalam baru tentukan mau coba untuk dilakukan atau mau dilupakan.

Setelah itu memberikan feedback. Hal ini juga penting karena sebenarnya ini adalah bentuk kepedulian kita pada orang lain, menginginkan orang tersebut untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tapi, memberikan feedback juga ada etikanya, jangan karena dia teman kamu, karena sudah dekat jadi kamu memberikan masukan dengan bahasa yang sedikit kurang enak. Mungkin itu adalah bahasa yang digunakan tiap hari, tapi memberikan feedback itu bisa menjadi suatu hal yang sensitif baik dalam hal kecil maupun besar, karena itu pemilihan waktu, bahasa dan intonasi nada itu penting. Coba pilih di saat waktu santai, saat kamu lihat teman kamu mood-nya sedang bagus. Lalu bicara pelan-pelan, sampaikan maksud kamu dengan bahasa yang santai, namun kalimatnya sebisa mungkin tidak menyakiti teman kamu. Contohnya, kamu ingin mengoreksi sikap teman kamu yang terlalu mudah marah, instead of saying “Lo tuh pemarah say, makanya nggak ada yang suka sama lo, diubah deh sikap lo itu.” lebih enak kalau diberi masukan dengan kalimat “Kalo ada masalah, coba tenangin diri dulu, biar lebih lega juga pikirannya, biar nanti menyelesaikan masalahnya juga enak, lo nggak capek.”, jadi maksud kamu tersampaikan dan teman kamu nggak sakit hati, deh!

Jelas melakukan saran-saran di atas itu nggak mudah, tapi nggak ada salahnya pelan-pelan mencoba, lho! Karena banyak teman, semakin banyak juga informasi yang bisa kita dapat yang tidak bisa diberikan oleh sebuah buku, atau diajarkan di kelas. Kalau kalian ditolak oleh seseorang atau sebuah kelompok, tidak apa-apa! Bersikap ramahlah pada orang lain, karena tiap orang itu ada jodohnya, termasuk dalam pertemanan. Jadi jangan menyerah, ya! Masa-masa sekolah itu cuma sekali, so go create a lot of beautiful memories and have tons of experiences!